Senin, 08 November 2010
Kamis, 04 November 2010
Rabu, 03 November 2010
Minggu, 17 Oktober 2010
SEJARAH: USMAN DAN HARUN.
SEJARAH: USMAN DAN HARUN.
Konfrontasi Indonesia-Malaysia adalah sebuah perang mengenai masa depan Malaya, Brunei, Sabah dan Sarawak yang terjadi antara Federasi Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962-1966.
Perang ini berawal dari keinginan Federasi Malaya yang lebih dikenali sebagai Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961 untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak kedalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan perjanjian Manila Accord
Keinginan tersebut ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap pembentukan Federasi Malaysia sebagai "boneka Inggris" merupakan kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru serta dukungan terhadap berbagai gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia.
Maka dibentuklah sukarelawan untuk dikirim ke negara itu setelah dikomandokannya Dwikora oleh Presiden Sukarno pada tanggal 3 Mei 1964 di Jakarta.
Adalah Harun Said dan Usman Hj Mohd Ali, dua anggota KKo (Korps Komando Operasi -kini dikenal dengan Korps Marinir) yang diberangkatkan ke Singapura dengan menggunakan perahu karet. Tugasnya adalah menyabotase kepentingan-kepentingan Malaysia dan Singapura.
Kemudian beberapa pengeboman pun terjadi di negara itu, namun pada peristiwa pengeboman MacDonald House (10 Maret 1965) di gedung Hongkong and Shanghai Bank yang terletak di Orchard Road, Singapura yang membuat tiga orang meninggal dunia dan sedikitnya 33 orang cederai, mereka tertangkap.
Pemerintah Singapura mengatakan bahwa Indonesia mengirimkan orang-orang yang bertujuan menyabotase keadaan di Singapura dan Malaysia.
Pengadilan Singapura kemudian memutuskan Keduanya dihukum gantung pada tahun 1968. Setelah mendapatkan penghormatan terakhir dari masya rakat Indonesia di KBRI, pukul 14.00 jenazah diberangkatkan ke lapangan terbang dimana telah menunggu pesawat TNI—AU. yang akan membawa ke Tanah Air.
Usman Janatin bin H. Ali Hasan (lahir di Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, 18 Maret 1943 – meninggal di Singapura, 17 Oktober 1968 pada umur 25 tahun) adalah salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando Operasi; kini disebut Marinir) Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia.
Tohir bin Said. (Lahir di Pulau Bawean tanggal 4 April 1943)
Anak ketiga dari Pak Mandar dengan ibu Aswiyani, yang kemudian
terkenal menjadi Pahlawan Nasional dengan nama Harun.
(KF/Wikipedia/berbagai sumber)
Rabu, 06 Oktober 2010
ALLAHU AKBAR BY GUS MUS AT SALAFIYAH KAJEN
Senin, 04 Oktober 2010
Siswa Maarif memperoleh Medali pada Olimpiade Fisika Asia
Siswa Maarif ( SMA Wahid Hasyim 2 Yayasan Pendidikan Maarif) Sidoarjo Jawa Timur memperoleh Medali Perunggu pada Olimpiade Fisika Asia yang diselenggarakan di Mongolia
SEMILOKA NASIONAL PENDIDIKAN 2009 DI SURABAYA
beasiswa
- Warga Negara Indonesia, berusi maksimal 21 tahun
- Melampirkan foto ijazah dan daftar nilai SMA/MAN/MAS/Pondok Pesantren yang dilegalisir tahun 2007 dan setelahnya.
- melampirkan foto copy akte kelahiran
- sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
- berkelakuan baik, dibuktikan dengan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlaku.
- membawa surat pengantar dari ormas yang bersangkutan
- Memiliki hafalan Al-Qur'an minimal 2 (Dua) Juz
- Nilai Bahasa Arab minimal 7,00 (dari skala 10)
- lulus tes seleksi, yang meliputi test lisan dan tulisan
Pengurus Lembaga dan Lajnah PBNU Resmi Dilantik
Jakarta - ANTARA.com
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Selasa, 1 Juni 2010, pukul 20.00-21.00 WIB di Aula Gd. Pegadaian, melantik pengurus lembaga dan lajnah (biro) di jajaran organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Pelantikan pengurus 14 lembaga dan tiga lajnah tersebut dilakukan oleh Rais Aam Syuriah PBNU KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.
Lembaga dan lajnah adalah dua dari tiga perangkat organisasi NU, selain badan otonom.
Di dalam NU, lembaga adalah perangkat organisasi yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan berkaitan dengan suatu bidang tertentu, misalnya dakwah, pendidikan, ekonomi, dan sosial.
Sedangkan lajnah merupakan perangkat organisasi NU untuk melaksanakan program yang memerlukan penanganan khusus, misalnya lajnah falakiyah yang berurusan dengan astronomi.
Said Aqil menyatakan, setelah pelantikan lembaga dan lajnah, PBNU segera melaksanakan berbagai program yang diamanatkan muktamar NU ke-32 di Makassar, akhir Maret lalu.
Dikatakannya, beberapa waktu lalu memang ada yang mempersoalkan kepengurusan PBNU, namun dengan menunjukkan kinerja yang baik maka semua pihak tentu akan memberikan dukungan, apalagi terkait kemaslahatan umat.
"PBNU pada periode kali ini akan benar-benar menjadi jam`iyyah diniyyah ijtimaiyah atau organisasi sosial kemasyarakatan dan tidak akan tergoda dengan politik praktis," katanya.(*)
Susunan Penyesuaian PBNU 2010-2015 Resmi Diumumkan
Jakarta, NU Online
Pengumuman yang dibacakan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj adalah sebagai berikut :
Alhamdulillahi haqqo hamdih. As-sholatu wassalamu 'alaa 'abdih, wa 'alaa alihi wa ashhabihi waman tabi'ahum ilaa yaumi wa'dih. Wa ba'du
Rais Am Syuriyah dan Ketua Umum PBNU selaku mandataris yang diberi tugas untuk melengkapi susunan kepengurusan PBNU periode 2010-2015 sebagaimana telah diamanatkan oleh Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga jam'iyyah Nahdlatul Ulama, khususnya pasal 41 tentang Pemilihan dan Penetapan Pengurus, setelah mempertimbangkan berbagai masukan, terutama dari anggota mede formatur, maka bersama ini mengumumkan dengan resmi susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2010-2015 sebagai berikut:
MUSTASYAR
Prof. Dr. KH Tholchah Hasan
KH Muchit Muzadi
KH Maemun Zubair
KH Ma'ruf Amin
KH Idris Marzuki
KH E. Fakhrudin Masturo
KH Chotib Umar
KH Dimyati Rois
Tuan Guru Turmudzi Badruddin
Dr. H M. Jusuf Kalla
KH Abdurrahim Mustafa
Prof. Dr. KH Maghfur Usman
Prof Dr. Nasaruddin Umar, MA
KH Sya’roni Ahmadi
Prof. Dr. Ridhwan Lubis
KH Muiz Kabri
KH Mahfudl Ridwan
Dr. Ing. H. Gauzi Bowo
KH A. Syatibi
UU BHP Dibatalkan karena Bertentangan dengan UUD
Putusan pembatalan UU yang sejak awal perancangannya hingga saat ini menuai kontroversi itu dibacakan oleh 9 hakim MK selama 3,5 jam di gedung MK secara bergiliran, pada Rabu, 31/3/2010.
Pemberlakuan UU BHP oleh banyak kalangan, memang ditengarai akan menyuburkan praktek komersialisasi dan liberalisasi pendidikan yang akan mambuat akses untuk menyelenggarakan maupun mendapatkan pelayanan pendidikan menjadi terhambat. Jika BHP diberlakukan, tentu masyarakat miskin akan semakin sulit memperoleh akses pendidikan, padahal itu diamanatkan dalam UUD.
Konsep BHP juga mengesampingkan bentuk badan hukum lainya seperti yayasan, badan wakaf dan sebagainya yang saat ini telah menyelenggarakan berbagai bentuk pendidikan. Peleburan badan-badan hukum tersebut menjadi BHP tentu membutuhkan biaya ekonomi, sosial dan politik yang cukup besar, padahal belum tentu menjamin tercapainya tujuan pendidikan.
"Dengan tidak mengesampingkan niat baik berbagi pihak, terutama Pemerintah yang sempat memberlakukan UU No. 9 Tahun 2009 tentang BHP, kita menyambut baik Putusan MK yang membatalkannya secara keseluruhan. Sebab, kalaupun diberlakukan, biayanya cukup besar baik dari segi ekonomi maupun sosial-kelembagaan," ungkap Drs. H. Aceng A. Azis, M. Pd., Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Ma'arif NU. "Kita sendiri sebenarnya sudah membuat banyak pertimbangan untuk mengantisipasi dampak-dampak pemberlakuan BHP sebelumnya,", lanjutnya.
Pembatalan oleh MK tersebut, tentu disambut baik oleh banyak kalangan yang selama ini merasa keberatan dengan model penyeragaman penyelenggaraan pendidikan dalam bentuk BHP.
PENYUSUNAN ANGGARAN DASAR BHPP LP MA'ARIF NU
Rapat tersebut telah menghasilkan dua jenis rekomendasi yaitu untuk penyusunan AD BHPP LPM NU dan titipan materi Muktamar XXXII yad.
Draft Penyusunan AD BHP Penyelenggara LP Ma'arif NU dimaksud akan ditetapkan dengan Akta Notaris sehingga memiliki dasar hukum yang kuat dan legal.
Senin, 16 Agustus 2010
AWAL BULAN RAMADHAN 1431 H / 2010 M
( SELASA KLIWON, 10 AGUSTUS 2010 M )
MENURUT SISTEM KITAB
“ IRSYAD AL-MURID / ارشاد المريد”
Pusat Observasi Bulan (POB) : Pelabuhanratu, Sukabumi - Jawa Barat
Lintang Tempat ( Ø ) : - 07 o 01 ' 44,6 '' Lintang Selatan
Bujur Tempat ( λ ) : 106 o 33 ' 27,8 '' Bujur Timur
Tinggi Tempat ( h ) : 52,685 Meter di atas Permukaan Laut
1. Ijtima’ (اجتماع )/ konjungsi ) akhir bulan Sya’ban 1431 H terjadi pada hari Selasa
Kliwon, tanggal 10 Agustus 2010 M. pada pukul 10 : 09 : 04 WIB ( Pagi Hari ).
2. Matahari Terbenam (غروب الشمس ) / Sunset pada pukul 17 : 55 : 39 WIB.
3. Hilal Terbenam (غروب الهلال / Moonset ) pada pukul 18 : 07 : 11 WIB.
4. Tinggi Hakiki / Geosentris Hilalارتفاع الهلال) الحقيقي / True or Geocentric Altitude of the Crescent Moon ) = 2 o 50 ' 51'' = 2,8 o ( di atas ufuk / above the horizon ).
5. Tinggi Lihat / Toposentris Hilal ارتفاع الهلال المرئي) / Apparent or Topocentric Altitude
of the Crescent Moon ) = 2 o 34 ' 03 '' = 2,6 o ( di atas ufuk / above the horizon )
6. Lama Hilal di atas ufuk ( مكث الهلال فوق الأفق/ Long of the Crescent ) = 0j 11m 32d
7. Azimuth Matahari ( سمت الشمس / Azimuth of the Sun ) = 285 o 30 ' 46 '' = 285,5 o
8. Azimuth Hilal ( سمت الهلال / Azimuth of the Crescent Moon ) = 280 o 54 ' 04'' = 280,9 o
9. Posisi Hilal = 04 o 36 ' 42 '' atau 4,6 o di sebelah Selatan Matahari terbenam dalam keadaan miring ke Selatan sebesar 60 o 53 ' 37 '' atau 60,9 o
10. Lebar Nurul Hilal ( سمك الهلال / Crescent Width ) = 00 o 00 ' 4,8 '' = 0,08 Menit
11. Cahaya Hilal ( نور الهلال / Fraction of Illumination of the Crescent Moon ) = 0,2 %
12. Umur Bulan ( عمرالقمر / Age of the Crescet Moon ) = 0 hari 7 jam 46 menit 35 detik
13. Elongasi = 05 o 05 ' 27 '' atau 5,09 o
14. Magnitude (قدر النور / A Measure of Brightness of the Crescent Moon ) = -4,44
15. Jarak antara Bumi dan Matahari = 151642150 Km
16. Jarak antara Bumi dan Bulan = 358018,97 Km
17. Tinggi Lihat atau Toposentris Hilal tersebut di atas sebesar 2 o 34 ' 3 '' atau 2,6 o ada 2 pendapat, yaitu:
A. Berdasarkan kriteria MABIMS (Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapur) tinggi lihat hilal tersebut di atas sudah memenuhi Imkan ar-Ru'yat. Dengan demikian : Awal Ramadhan 1431 H jatuh pada hari Rabu Legi , tanggal 11 Agustus 2010 M.
B. Berdasarkan ilmu astronomi, tinggi lihat hilal tersebut di atas belum bisa dilihat, baik dengan mata telanjang maupun dengan menggunakan teleskop atau teropong. Dengan demikian, awal Ramadhan 1431 H / 2010 M jatuh pada hari Kamis Pahing, tanggal 12 Agustus 2010 M.
18. Meskipun terjadi dua perbedaan pendapat tersebut di atas, maka untuk keseragaman dan demi persatuan ummat Islam di Indonesia, jatuhnya awal Ramadhan 1431 H / 2010 M tinggal menunggu hasil keputusan sidang itsbat saja di Jakarta yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama yang memegang wewenang penuh dalam hal ini. والله أعلم بالصواب
PBNU dan ARAH KIBLAT
Sabtu, 17 Juli 2010 - 07:02 wib
TEXT SIZE :
Muhammad Saifullah - Okezone
Ilustrasi (Foto Koran SI)
JAKARTA- Setelah melakukan pengukuran saat matahari tepat berada di atas Kakbah kemarin, Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU menyatakan tidak ada perubahan arah kiblat.
Kiblat tetap berada pada koordinat 23 derajat dari arah barat alias Barat Laut. “Itu untuk kawasan Jakarta,” ujar Ketua LTM PBNU Mukhlas Syarkun kepada okezone di Jakarta, Sabtu (17/7/2010).
Sementara untuk wilayah di luar Jakarta, sambung dia, ada perbedaan. “Tapi sedikit dan bisa ditoleransi,” tegasnya.
Menurut Mukhlas, keberadaan sejumlah masjid di nusantara dengan kiblat melenceng tidak dipicu karena pergeseran lempeng bumi akibat gempa bumi. Melainkan sudah terjadi kesalahan sejak awal pendirian masjid.
Dia lantas bercerita, pada Kamis kemarin PBNU menggelar seminar tentang arah kiblat dengan mendatangkan ahli geologi, astronomi, dan ahli falaq. Salah satu kesimpulan yang dihasilkan, gempa tidak berdampak signifikan terhadap perubahan arah kiblat. Andaikata lempeng bumi di Tanah Air bergeser 100 kilometer, maka hanya terjadi pergeseran 1 derajat arah kiblat.
“Jadi arah kiblat tetap dan tidak berubah. Kecuali posisi Indonesia bergeser ke Afrika Selatan,” candanya.
Usai melakukan pengukuran dan menetapkan arah kiblat tidak berubah, PBNU akan men
sosialisasi ke seluruh takmir masjid se Indonesia. Hal ini untuk menepis adanya keresahan di masyarakat tentang arah kiblat. Pengukuran kemarin juga tidak hanya dilakukan di Jakarta, tapi di berbagai wilayah di Indonesia,” pungkasnya.(ful)
oleh Miftachul Ulum pada 17 Juli 2010 jam 11:51
Rabu, 21 Juli 2010
MOHON DO'A DAN DUKUNGAN
dukungan dari segenap keluarga besar MA Ma'arif Walisongo kedungwuni beserta para simpa
tisannya demi kelangsungannya .
Standar Kompetensi Mapel Kls X Mid Semester Gasal T.P. 2010/2011
Siswa mampu mendefinisikan Al-Qur"an dan Wahyu, memahami cara dan hikmah
wahyu dan Al Qur"an diturunkan , mengidentifikasi kedudukan,fungsi dan tujuan
serta pokok-pokok isi Al-Qur"an,mengenal kemukjizatan Al-Qur"an,dan mengenal
kedudukan dan cara mencari surat dan ayat dalam Al-Qur"an..
2. 'Aqiedah -Akhlaq
Siswa memahami dan meyakini hakikat 'aqiedah islam serta mampu menganalisa
secara ilmiyah hubungan dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari
3. Fiqih
siswa memeiliki pemahaman dan penghayatan yang lebih mendalam terhadap ajar
an Islam tentang thaharoh,ibadah,penyelengg
serta mampu mengamalknannya dalam kehidupan sehari-hari
4. PKn
siswa memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI)
5. Bahasa Indonesia
siswa memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak -
langsung. Siswa mengungkapkan pikiran,perasaan dan informasi melalui kegiat-
an berkenalan ,berdiskusi dan bercerita. Siswa memahami berbagai teks bacaan
non sastra dengan berbagai teknik membaca.Siswa Menmgungkapkan informasi
dalam berbagai bentuk paragraf(naratif,deskripti
6. Bahasa Arab
Siswa menguasai 250 kosakata baru dengan struktur kalimat(tarkib al-kalimat)
yang benar dan baik, seuai dengan tema tema yang tersedia dalam materi pokok,
peserta didik memeiliki skill untuk memahami teks teks berbahasa Arab serta
menggunakannya dalam bahasa percakapan dan Insya" muwajjah...
7. Matematika
Peserta didik memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat,akar
dan logaritma. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi,persamaan
dan fungsi kwadrat serta pertidaksamaan kuwadrat.
8. Fisika
peserta didik menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya...
9. Biologi
Peserta didik memahami hakikat Biologi sebagai ilmu
10 Kimia
peserta didik memahami struktur atom ,sifat sifat periodik unsur, dan ikatan ki-
mia
11 Sejarah
peserta didik memahami prinsip dasar ilmu sejarah
12. Geografi
Peserta didik memahami konsep pendekatan , prinsip dan aspek geografi...
13 Ekonomi
Peserta didik meahami permasalahan ekonomi,dalam kaitannya dengan kebutuh
an manusia, kelangkaandan sistem ekonomi...
14. Sosiologi
Peserta didik memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan
norma yang berlaku dalam masyarakat
15. Seni dan Budaya
peserta didik dapat mengapresiasi karya seni rupa ,karya seni musik ....
16. Penjaskes
Peserta didik mempraktekkan berbagai ketrampilan permainan olahraga dalam
bentuk sederhana dan mempraktekkan latihan kebugaran jasmani serta cara
mengukurnya sesuai dengan kebutuhan dan nilai nilai yang terkandung di dalam
nya...
17. TIK
Peserta didik dapat melakukan operasi dasar komputer dan memahami fungsi
dan proses kerja berbagai peralatan teknologiminformasi dan komunikasi...
18. Bahasa Jawa
Peserta didik mampu berkomunikasi yang meliputi mendengarkan (ngrungoake)
berbicara (guneman),membaca(maca) dan menulis(nulis) serta kemampuan me-
nulis huruf jawa...
19. BK
peserta didik dapat mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaq-
wa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mantap dan mandiri serta sehat jasmani
dan rohani...
20. Ke-NU-an /Aswaja
peserta didik memiliki pemahaman yang benar tentang sejarah kedatangan dan
perkembangan Islam di Indonesia serta mengenal beberapa tokoh dan ulama
yang berperan ,tidak saja dalam perjuangan mengembangkan Agama Islam
tapi juga dalam perjuangan merintis dan memperjuangkan Kemerdekaan RI...
Peserta didik mengetahuindan memahami sabda Nabi Muhammad s.a.w yang
menerangkan bahwa ummat beliau akan terpecah menjadi 73 golongan ,semua
nya masuk Neraka kecuali satu . Menurut Nabi s.a.w. golongan yang selamat
adalah yang " Maa ana 'alaihi wa ashhaabii" ..


